Selasa, 01 Maret 2011

Pada Mulanya

Selama ini kita merasa telah cukup menunaikan kewajiban terhadap harta yang kita miliki dengan membayar zakatnya, bersedekah, infaq dan sebagainya. Namun terkadang kita melupakan satu hal yang tak kalah penting, yaitu darimana asal mula harta yang kita miliki dan untuk keperluan apa kita belanjakan harta kita tersebut.

Hal ini yang menjadi pemikiran saya. Sebagai seorang muslim, tentunya saya akan membelanjakan harta saya untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi saya dan keluarga, tidak membelanjakannya untuk sesuatu yang mudharat apalagi betentangan dengan agama. Namun terkadang saya lupa asal-usul harta yang saya miliki, bersumber dari yang halal atau haramkah? Belum lagi proses dalam mendapatkan dan membelanjakannya. Dalam ilmu syariah hal-hal tersebut merupakan satu-kesatuan, tidak dapat dipisah-pisahkan. Inilah yang harus kita sadari dari sekarang, karena itu akan mempengaruhi kadar keimanan kita kepada Allah. Islam mengajarkan agar kita tunduk sepenuhnya pada hukum-hukum Allah. Jadi sudah seharusnya kita berhati-hati dalam mengelola harta kita, namun bukan berarti takut dalam mendapatkan dan menggunakannya. Bukankan Allah yang memerintahkan kita untuk dapat meraih dunia sebanyak-banyaknya?

Untuk berdiskusi dan simulasi:
Adhi - 08158044420
Syariah itu menentramkan